//
you're reading...
Teknik Perlindungan Tanaman 1

Semester 2. Analisa Jumlah Gulma dalam Lingkungan.

Pendahuluan

Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Keberadaan gulma menurunkan hasil karena mengganggu pertumbuhan tanaman produksi melalui kompetisi. Terdapat beberapa jenis tumbuhan dikenal sebagai gulma utama, seperti rumput-rumputan, teki dan alang-alang.

Gulma memiliki sifat berpotensi antara lain adaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, penyebaran biji gulma yang luas , sifat kompetitif dalam menyerap nutrisi dan lain – lain. Besar atau kecil populasi gulma dalam suatu lahan atau lingkungan tergantung dari proses pengolahan dan jenis komoditasnya.

Dengan menggunakan metode analisis vegetasi tentang gulma di suatu lahan , dapat diketahui jumlah gulma yang dominan tumbuh di lingkungan tersebut.

Tujuan Praktikum

Mengetahui jumlah ,struktur , dan dominan atau tidak suatu jenis gulma dalam lingkungan terhadap gulma lainnya.

Alat dan bahan

  1. Lahan atau lingkungan yang ditumbuhi beberapa jenis gulma
  2. Jenis – jenis Gulma
  3. Tali raffia
  4. Kayu pembatas area gulma
  5. Besi berbentuk persegi

Prosedur praktikum

  1. Pertama lahan dibagi menjadi 6 petak dengan luas berbeda dari petak 1 hingga 6, pembagian petak lahan menggunakan tali raffia dan kayu pembatas. Hal ini dilakukan untuk mempermudah melihat gulma yang dominan di lahan tersebut.
  2. Di petak 1 ( 1 x 1 m = 1 m 2), gulma – gulma  diidentifikasi dengan cara dicabut. Lakukan hal yang sama hingga petak ke 6. Gulma yang sama antara petak satu dan lainnya tidak dicatat
  3. Setelah diidentifikasi, dilakukan penghitungan jumlah gulma dari petak 1 hingga petak 6 dengan menggunakan besi berbentuk persegi. Besi dilempar ke petak secara acak , lalu gulma yang terdapat dalam wilayah persegi dilihat dan dicatat jumlahnya. Lakukan hingga petak ke 6
  4. Catat nama  dan jumlah gulma – gulma yang ada dilahan tersebut dari petak 1 – 6 .
  5. Buat suatu grafik yang menjelaskan dominasi gulma tertentu dari lahan tersebut.

Hasil pengamatan dan pembahasan

Gulma

Petak 1

Petak 2

Petak 3

Petak 4

Petak 5

Petak 6

Eraglostis tenella

X

 

 

 

 

 

Elephantopus spicatus

X

 

 

 

 

 

Muscari boriroides

X

 

 

 

 

 

Acsunopus compressus

 

X

 

 

 

 

 

Borreria laevis

X

 

 

 

 

 

Staria valmipolia

X

 

 

 

 

 

Oxalis corniculata

X

 

 

 

 

 

Elephantopus scaber

 

X

 

 

 

 

Ricardia brasiliencis

 

X

 

 

 

 

Borreria allatta

 

X

 

 

 

 

Cyperus rotundus

 

X

 

 

 

 

Amaraus timorense

 

X

 

 

 

 

Sporobulus indicus

 

 

X

 

 

 

Spanichum maximum

 

 

X

 

 

 

Cynedrela ordiplora

 

 

 

X

 

 

Mimosa impisha

 

 

 

X

 

 

Mimosa undica

 

 

 

X

 

 

Agerathum conzoydes

 

 

 

 

X

 

Erigeron sumatrensis

 

 

 

 

 

X

Emilia soncipolia

 

 

 

 

 

X

Brachiraria mutica

 

 

 

 

 

X

 

Gambar dan Petak Gulma

6

5

3

4

1

2

2 m

1 m

 

Keterangan luas

Petak 1 ( 1 x 1m = 1 m 2 )    Petak 3 ( 2 x 2m = 4 m2 )     Petak 5 ( 5 x 5 m = 25 m2 )

Petak 2 ( 2 x 1m = 2 m 2 )    Petak 4 ( 4 x 2m = 8 m2 )     Petak 6 ( 6 x 6 m = 36 m2 )

 

 

 

Tabel hasil analisis vegetasi gulma

 

Plot

Kerapatan

Frekuensi

Dominan

Spesies

1

2

3

4

5

6

Jumlah

Mtlk

Nsb

Mtlk

Nsb

Mtlk

Nsb

Elephantus scaber

6

11

9

3

2

1

32

5,3

28,8

1

22,8

5,3

17,6

Panicum maximum

12

3

0

1

0

0

16

2,7

14,7

0,5

11,4

5,3

17,6

Amaraus timorenses

6

2

2

0

0

0

10

1,7

9,2

0,5

11,4

3,3

10,9

Oxalis barielis

3

0

0

0

0

0

3

0,5

2,7

0,2

4,6

3

9,9

Elephantus spicatus

0

0

4

3

4

2

13

2,2

11,9

0,7

16

3,25

10,8

Asconopus compressus

0

0

6

4

7

4

21

3,5

19

0,7

16

5,25

17,4

Mimosa pucida

0

0

0

2

0

0

2

0,3

1,6

0,16

3,7

2

6,6

Eraglostis tenella

0

0

0

4

6

0

10

1,7

9,2

0,3

6,8

5

16,6

Erigeron sumatrensis

0

0

0

0

0

1

1

0,2

1,1

0,16

3,7

1

3,3

Cynedrela ordiplora

0

0

0

0

2

0

2

0,3

1,6

0,16

3,7

2

6,6

Jumlah

110

18,4

61

4,38

99,9

30,1

117,3

Rata – rata Nilai penting ( IV ) = 61 + 99,9 + 117,3 = 278,2

SDR = IV / 3 = 92,73

 

Kesimpulan

Dari proses penghitungan analisa gulma diatas dapat disimpulkan bahwa gulma yang dominasinya besar  secara mutlak dibandingkan gulma lainnya ada dua yaitu Elephantus scaber dan Panicum maximum yaitu 5,3

 

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com / Gulma

Praktikum yang dilaksanakan hari Selasa ,12 Mei 2009 di rumah kaca

Fakultas Pertanian , Universitas Padjadjaran

About bondaneddyana

Menyukai membuat laporan, presentasi kegiatan atau laporan, penghitungan data - data

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: