//
you're reading...
Sistem Agribisnis

Semester 2. Perkembangan Perdagangan Besar dan Eceran Serta Dampak terhadap Produk Agribisnis.

1.      PENGERTIAN PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN

  1. Perdagangan besar adalah segala aktivitas marketing yang menggerakkan barang-barang dari produsen ke pedangan eceran atau ke lembaga-lembaga marketing lainnya.
  2. Lembaga perantara pemasaran Pertanian ( Klos dan Uhl ( 1990 ) )

v  Lembaga perantara perdagangan yaitu pedagang pengecer dan pedagang besar

v  Agen perantara yaitu broker dan lembaga yang mencari komisi

v  Perantara spekulan

v  Prosessor dan manufaktur (Agroindustri)

v  Lambaga fasilitator

  1. Perdagangan eceran bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir
  2. Perdagangan eceran adalah mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai kepada konsumen.
  3. Klasifikasi perdagangan eceran:

v  Perdagangan eceran besar

v  Perdagangan eceran kecil dari:

  • Eceran kecil berpangkalan
  • Eceran kecil tidak berpangkalan

–          Ukuran yang dipakai untuk kalsifikasi ini ialah ownership, Pemilikan ,dan jumlah pegawai

  1. ( Kotler )  membagi tipe-tipe pedagang eceran menjadi 3 bagian besar yaitu:
    1. Store Retailer yaitu perdagangan eceran   yang menjual berbagai jenis  barang  dari furniture hingga bahan pangan
  • speciality store
  • departement store
  • supermarket
  • convenience store
  • superstore, combination store and hypermarket
  • discount store
  • off price retailer
  • catalog showroom.
  1. Non Store Retailer yaitu suatu bentuk pengecer non toko

            – direct selling

            – direct marketing

            – automatic vending machine

            – buying service

  1. Retailer Organization yaitu suatu bentuk pengecer berbasis organisasi

            – corporate chain ( rantai kerja sama )

            – valuntary chain and retail cooperative

            – customer cooperative

            – franchise organization

            – merchandising conglometare.

  1. Keuntungan perdagangan eceran kecil

1)      Modal yang diperlukan kecil dan rentabilitasnya besar

2)      Pedangan-pedagang eceran kecil menganggap bahwa pendapatannya dari usaha merupakan pendapatan tambahan atau kadang-kadang hanya iseng atau mengisi waktu lowong terutama pada daerah musiman

3)      Tempat kedudukan pedagang-2 eceran kecil biasanya paling strategis

4)      Hubungan antara pedagang eceran kecil dan konsumen adalah kuat.

  1. Faktor-Faktor Kelemahan Perdagangan eceran kecil.

v  Keahlian kurang

v  Adiministrasi dalam arti pembukuan tidak diperhatikan, sehingga kadang-kadang habis dimakan

v  Pedagang kecil tidak mampu mengadakan sales promotion

Faktor yang mendorong majunya toko eceran

n  Lokasi/tempat toko eceran

n  Kelengkapan barang

n  Ketepatan harga

n  Suasana toko (store atmosphere)

2.      PERKEMBANGAN SEKTOR PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN DI SULAWESI UTARA ( Sumber Kepala BPS Sulut, Drs Djasa Bangun )

Dari data yang dipaparkan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, tercatat tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q to q ) yakni sektor pertanian sebesar 19,59 persen, sektor perdagangan hotel dan restoran 17,05 persen dan sektor pertambangan serta penggalian 16.03 persen.
Meningkat pertumbuhan sektor pertanian menurut Bangun, disebabkan oleh kenaikan sub sektor peternakan 43,72 persen dan sub sektor perkebunan 39,01 persen.
Sementara dilihat angka laju pertumbuhan PDRB pada triwulan II 2008 dibanding posisi yang sama tahun 2007, mengalami pertumbuhan sebesar 7,19 persen. Pertumbuhan ditopang oleh peningkatan pada semua sektor ekonomi. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian 10,09 persen, sektor perdagangan hotel restoran 9,60 persen, dan sektor bangunan 8,76 persen.
Tumbuhnya sektor pertambangan dan penggalian didorong oleh kenaikan subsektor penggalian yang mampu tumbuh sebesar 11,40 persen pada triwulan ini. Kenaikan subsektor penggalian juga akibat meningkatnya volume permintaan yang berdampak pada peningkatan produksi penggalian, terutama galian C (pasir, krikil, ranah keras, batu). Sektor perdagangan hotel dan restoran berada pada urutan selanjutnya dengan pertumbuhan sebesar 9,60 persen. Pertumbuhan terjadi karena meningkatnya sub sektor hotel sebesar 15,35 persen, perdagangan besar dan eceran 9,12 persen dan retoran 7,39 persen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Gemmy Kawatu SE MSi mengatakan pembangunan beberapa infrastruktur seperti pelebaran jalan dan pembangunan sejumlah hotel baru, dalam rangka WOC 2009 dan MKPD 2010, ternyata sangat berpengaruh terhadap sektor bangunan maupun sektor perdagangan hotel dan restoran. “Ini dibuktikan berdasarkan angka pertumbuhan ekonomi yang dibeberkan BPS Sulut ,” jelasnya.(wel).

3.      STUDI KASUS PERDAGANGAN KOMODITAS JERUK PONTIANAK

Jeruk Pontianak yang diproduksi di propinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu komoditas pertanian yang menjadi andalan utama propinsi tersebut.  Banyak pedagang yang bergerak di bidang pemasaran jeruk Pontianak dari pedagang pengumpul desa, pedagang besar, dan pengecer. Pada akhir decade 1980an, system pemasaran jeruk ini dianggap sangat merugikan karena tingkat harga yang sangat rendah sehingga pemerintah daerah Kalimantan Barat mengadakan campur tangan terhadap system pemasaran jeruk melalui system tata niaga

4.      DAMPAK PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN PADA KOMODITAS JERUK PONTIANAK

a)      Dari aspek positif, membantu petani jeruk memasarkan komoditas pertanian ke wilayah ibukota dengan harga yang lebih tinggi melalui lembaga perdagangan tersebut.

b)      Dari aspek negative, petani harus beresiko dalam perbedaan harga yang diterima petani dengan yang dibayar konsumen di Ibukota sangat berbeda jauh.

c)      Bagi pelaku perdagangan Jeruk Pontianak harus menerima resiko tingkat harga, kualitas jeruk yang dipasarkan, biaya transportasi  yang tergantung pada kondisi pasar.

5.      KESIMPULAN

Perdagangan besar adalah segala aktivitas marketing yang menggerakkan barang-barang dari produsen ke pedangan eceran atau ke lembaga-lembaga marketing lainnya.

Lembaga perantara pemasaran Pertanian ( Klos dan Uhl ( 1990 ) )

v  Lembaga perantara perdagangan yaitu pedagang pengecer dan pedagang besar

v  Agen perantara yaitu broker dan lembaga yang mencari komisi

v  Perantara spekulan

v  Prosessor dan manufaktur (Agroindustri)

v  Lembaga fasilitator

Perdagangan eceran bisa didefinisikan sebagai suatu kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir dan juga mata rantai terakhir dalam penyaluran barang dari produsen sampai kepada konsumen.

Klasifikasi perdagangan eceran

v  Perdagangan eceran besar

v  Perdagangan eceran kecil dari:

i.      Eceran kecil berpangkalan

ii.      Eceran kecil tidak berpangkalan

DAFTAR PUSTAKA

E.Gumbira – Sa’id. MANAJEMEN AGRIBISNIS. 2001. Jakarta

http. www. Google.com/ perdagangan besar dan eceran

 

About bondaneddyana

Menyukai membuat laporan, presentasi kegiatan atau laporan, penghitungan data - data

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: