//
you're reading...
Teknik Produksi Tanaman 1

Semester 2. Proses Pemuliaan Dan Potensi Tanaman Gandum / Sorghum

Pendahuluan dan Potensi tanaman sorgum /gandum

1)   Tanaman gandum

Tanaman gandum (Triticum aestivum L.) sebetulnya dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada beberapa lahan pertanian di Indonesia, khususnya pada daerah dataran tinggi yang bersuhu sejuk (DEPTAN, 1978). Namun demikian, penelitian dan pengembangan budidaya gandum di Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena gandum bukan merupakan tanaman asli Indonesia, maka keragaman genetik tanaman yang tersedia masih sangat terbatas. Varietas gandum yang ada di Indonesia berasal dari introduksi atau didatangkan dari negara lain. Biasanya setelah melalui tahapan pengujian daya adaptasi pada beberapa agroekosistem yang cocok dan daya hasil di beberapa lokasi percobaan, kemudian varietas introduksi dilepas menjadi varietas gandum baru nasional.

Pada saat ini seluruh kebutuhan tepung terigu dalam negeri dipenuhi dari impor dalam bentuk biji gandum yang kemudian diproses menjadi tepung terigu oleh industri penepungan seperti P.T. Bogasari Flour Mills. Volume impor biji gandum Indonesia sangat tinggi dimana data terkini (2003) mencatat lebih dari 4 juta ton per tahun. Volume impor biji gandum diprediksi akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang, utamanya sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan adanya perubahan pola makan rakyat Indonesia. Semakin berkembangnya fast food khususnya di kota-kota besar, akan mendorong peningkatan konsumsi tepung terigu. Selain itu, dengan telah dicanangkan program diversifikasi pangan oleh pemerintah, yang menganjurkan agar rakyat tidak hanya makan nasi sebagai sumber karbohidrat sementara sumber karbohidrat lainnya masih belum mencukupi, cenderung akan terus meningkatkan konsumsi tepung terigu di Indonesia

2)   Tanaman Sorgum

Sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Keunggulan sorgum terletak pada daya adaptasi agroekologi yang luas, tahan terhadap kekeringan, produksi tinggi, perlu input lebih sedikit serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibading tanaman pangan lain. Selain itu, tanaman sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga sangat baik digunakan sebagai sumber bahan pangan maupun pakan ternak alternatif. Tanaman sorgum telah lama dan banyak dikenal oleh petani Indonesia khususnya di daerah Jawa, NTB dan NTT. Di Jawa sorgum dikenal dengan nama Cantel, dan biasanya petani menanamnya secara tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya. Produksi sorgum Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum tersedia di pasar-pasar.

Kegunaan Sorgum

Di banyak negara biji sorgum digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan dunia, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, padi, jagung dan barley (ICRISAT/FAO, 1996). Di negara maju biji sorgum digunakan sebagai pakan ternak unggas sedang batang dan daunnya untuk ternak ruminansia. Biji sorgum juga merupakan bahan baku industri seperti industri etanol, bir, wine, sirup, lem, cat dan modifikasi pati (modified starch). Terkait dengan energi, di beberapa negara seperti Amerika, India dan Cina, sorgum telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar etanol (bioetanol). Secara tradisional, bioetanol telah lebih lama diproduksi dari molases hasil limbah pengolahan gula tebu (sugarcane). Walaupun harga molases tebu relatif lebih murah, namun bioetanol sorgum dapat berkompetisi mengingat beberapa kelebihan tanaman sorgum dibanding tebu antara lain sebagai berikut:
  1. Tanaman sorgum memiliki produksi biji dan biomass yang jauh lebih tinggi dibanding tanaman tebu.
  2. Adaptasi tanaman sorgum jauh lebih luas dibanding tebu sehingga sorgum dapat ditanam di hampir semua jenis lahan, baik lahan subur maupun lahan marjinal.
  3. Tanaman sorgum memilki sifat lebih tahan terhadap kekeringan, salinitas tinggi dan genangan air (water lodging).
  4. Sorghum memerlukan pupuk relatif lebih sedikit dan pemeliharaannya lebih mudah daripada tanaman tebu.
  5. Laju pertumbuhan tanaman sorgum jauh lebih cepat daripada tebu.
  6. Menanam sorgum lebih mudah, kebutuhan benih hanya 4,5–5 kg/ha dibanding tebu yang memerlukan 4500–6000 stek batang.
  7. Umur panen sorgum lebih cepat yaitu hanya 4 bulan, dibanding tebu yang dipanen pada umur 7 bulan.
  • Sorgum dapat diratun sehingga untuk sekali tanam dapat dipanen beberapa kali.

Nutrisi Sorgum

Sebagai bahan pangan dan pakan ternak alternatif sorgum memiliki kandungan nutrisi yang baik, bahkan kandungan proteinnya lebih tinggi daripada beras. Kandungan nutrisi sorgum dibanding sumber pangan/pakan lain disajikan dalam Tabel berikut:

Unsur Nutrisi Kandungan/100 g
Beras Jagung Singkong Sorgum Kedele
Kalori (cal) 360 361 146 332 286
Protein (g) 6.8 8.7 1.2 11.0 30.2
Lemak (g) 0.7 4.5 0.3 3.3 15.6
Karbohidrt (g) 78.9 72.4 34.7 73.0 30.1
Kalsium (mg) 6.0 9.0 33.0 28.0 196.0
Besi (mg) 0.8 4.6 0.7 4.4 6.9
Posfor (mg) 140 380 40 287 506
Vit. B1 (mg) 0.12 0.27 0.06 0.38 0.93
  • Sumber: Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan RI (1992)

Pemuliaan tanaman gandum

Di Indonesia, penelitian pemuliaan mutasi pada tanaman gandum dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sejak tahun 1983. Pada mulanya, pakar pemuliaan mutasi tanaman dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) membawa benih dua varietas gandum tropis asal CIMMYT Meksiko, yaitu Sonalika dan SA-75. Penelitian awal terhadap dua varietas gandum tersebut dilakukan dalam hubungan dengan studi radiosensitivitas tanaman gandum terhadap sinar Gamma untuk tujuan pemuliaan tanaman lebih lanjut.

Pada tahun 1984, penelitian dilanjutkan dengan studi lebih mendalam tentang ketahanan tanaman gandum terhadap penyakit karat (Puccinia striiformis), bekerjasama dengan Agricultural University of Norway. Hasil penelitian pemuliaan mutasi dalam bentuk galur-galur mutan (mutant lines) gandum mulai diuji di lapangan dengan kondisi agroekosistem dataran tinggi (800-1200 m dpl) yang bersuhu sejuk di Cipanas, Jawa Barat pada tahun 1992-1994. Dalam penelitian tersebut, sejumlah galur harapan telah dihasilkan dan dilaporkan (Soeranto, 1997). Atas kebijakan Menteri Pertanian, penelitian tanaman gandum di BATAN tidak dapat dilanjutkan pada tahun 1995. Namun demikian, benih galur-galur mutan gandum yang telah dihasilkan tetap tersimpan aman dan rapih di dalam ruang dingin.

Pada tahun 2001, kerjasama penelitian pemuliaan tanaman gandum antara BATAN dan P.T. Bogasari Flour Mills mulai dilakukan dengan penandatanganan MOU tanggal 31 Agustus 2001. Kegiatan kerjasama dimulai dengan peremajaan dan perbanyakan benih galur mutan yang telah tersimpan relatif lama di BATAN. Di antara galur mutan gandum tersebut,  galur mutan CPN-1 (Son10-1) dan CPN-2 (SA10-22) masih memiliki daya kecambah dan daya tumbuh cukup baik, sehingga kedua galur mutan tersebut segera diremajakan dan diperbanyak benihnya.Bersamaan dengan itu, P.T. Bogasari menyerahkan benih tiga varietas gandum dari CIMMYT yaitu Punjab 81 (Acc. No. BW8623), WL2265 (Acc. No. BW11096), dan SA-75 (Acc. No. BW 6277), masing-masing dengan jumlah benih yang sangat terbatas, untuk diteliti lebih lanjut di BATAN. Peremajaan dan perbanyakan benih gandum dilakukan di kebun percobaan BATAN Padarincang yang terletak di dataran tinggi Cipanas dengan ketinggian sekitar 800 m dpl.

Penelitian pemuliaan mutasi pada tanaman gandum di BATAN mendapat dukungan teknis dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency) melalui IAEA Project RAS/5/040. Proyek ini menghimpun kerjasama penelitian pemuliaan mutasi tanaman gandum bagi negara-negara Asia (Indonesia, India, Pakistan, Cina, Thailand, dan Korea). Dalam pertemuan di Beijing, China tanggal 18-22 Maret 2002, seluruh negara anggota kerjasama sepakat mengadakan pertukaran benih galur-galur mutan gandum, untuk kemudian diteliti lebih lanjut di  masing-masing negara peserta. Sehubungan dengan itu, Indonesia telah menerima benih 3 macam mutan gandum dari China dan 4 macam mutan gandum dari Pakistan. Secara keseluruhan materi benih gandum yang tersedia dan diteliti di BATAN disajikan dalam Tabel di bawah ini

Benih varietas dan mutan gandum yang tersedia dan sedang diteliti di BATAN (setelah 2002).

Varietas Gandum (diperoleh lewat PT. Bogasari Flour Mills) Galur Mutan Gandum Berasal dari:
Cina Pakistan PATIR-BATAN
Punjab-81* F-44 Pavon-76 CPN-01 (galur harapan)
WL-2265* Yuan-039 Soghat-90 CPN-02 (galur harapan)
SA-75* Yuan-1045 Kiran-95 CBD-16 (mutan baru, M4)
DWR-162**   WL-711 CBD-17 (mutan baru, M4)
DWR-195**     CBD-18 (mutan baru, M4)
Nias***     CBD-19 (mutan baru, M4)
Dewata***     CBD-20 (mutan baru, M4)
      CBD-21 (mutan baru, M4)
      CBD-23 (mutan baru, M4)

* berasal dari CIMMYT, Meksiko
** berasal dari India
*** Varietas unggul nasional

Pemuliaan Sorghum dengan  Induksi Mutasi pada Sorgum dengan Sinar Gamma

Penelitian perbaikan varietas tanaman sorgum melalui pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi telah dilakukan Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi – Badan Tenaga Nuklir Nasional (PATIR-BATAN). Tujuan penelitian adalah memperbaiki sifat agronomi dan kualitas produk sorgum (biji dan hijauan) untuk dikembangkan sebagai sumber bahan pangan dan pakan ternak alternatif di daerah kering khususnya selama musim kemarau. Induksi mutasi untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman dilakukan dengan meradiasi benih (seeds) atau embrio (plantlets) dengan sinar Gamma bersumber dari Cobalt-60 yang terpasang pada alat Gamma Chamber model 4000A. Seleksi tanaman dilakukan mulai generasi kedua (M2) setelah perlakuan radiasi, dan dilanjutkan pada generasi-generasi berikutnya, yaitu dengan memilih tanaman mutan yang menunjukkan sifat agronomi unggul dibanding kontrol, samapai diperoleh tanaman yang homosigot. Selanjutnya, galur mutan unggul diuji daya hasilnya pada daerah kering seperti di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada musim kemarau. Dalam pengujian galur-galur mutan tersebut PATIR-BATAN bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi setempat.

DAFTAR PUSTAKA

www. Yahoo.com /Soeranto@batan.go.id

www.batan.go.id/…/pert/sorgum/sorgum.html

www. Google.com / pemuliaan tanaman gandum

 

 

 

 

About bondaneddyana

Menyukai membuat laporan, presentasi kegiatan atau laporan, penghitungan data - data

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: