//
you're reading...
Mikrobiologi Tanah dan Bioteknologi Tanaman 1

Semester 3. Lintasan Jalur Entner-Doudoroff (ED).

Bab     1          : Pendahuluan

1.1              Latar Belakang……………………………………………………………………      3

1.2              Tujuan……………………………………………………………………………….      4

Bab     2          : Hasil dan Pembahasan……………………………………………………..     5

Bab     3          : Kesimpulan………………………………………………………………………    6

Bab I

Pendahuluan

1.1              Latar Belakang

Glukosa merupada senyawa golongan karbohidrat yang merupakan sumber energi utama bagi makhluk hidup karena glukosa berasal dari proses fotosintesis yang mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia. Energi yang terkandung dalam senyawa glukosa selanjutnya akan ditransformasi melalui serangkaian reaksi katabolisme yang dinamakan glikolisis. Glikolisis terjadi di dalam sitosol di dalam sel yang menghasilkan senyawa luruhan dan energi konversi dalam bentuk senyawa kimia yang lain (ATP).

Pada lintasan glikolitik, glukosa dipecah menjadi triosa dan akhirnya menjadi piruvat. Terdapat empat lintasan glikolitik yaitu:

  1. Lintasan Fructose Biphosphate Aldolase yang lebih dikenal sebagai lintasan Embden-Meyerhof-Parnas (EMP)
  2. Lintasan Entner-Doudoroff pathway (ED).
  3. Lintasan hexose monophosphate (HMP)
  4. Lintasan oxidative pentose phosphate (PP)
  1. Jalur Emden Meyerhof Parnas (EMP). Reaksi ini disebut glikolisis, pemecahan gula secara anaerob sampai asam piruvat yang dilakukan oleh kebanyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunakan oksigen sebagai aseptor elektronnya, melainkan zat lain. Asam piruvat mempunyai kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari berbagai reaksi pemecahan maupun pembentukan
  2. Jalur Entner-Doudoroff (ED). Pada lintasan ini, glukosa diubah menjadi 6-fosfoglukonat yang selanjutnya didehidrasi menjadi 2–keto 3-deoksi 6-fosfoglukonat. Molekul ini dipecah menjadi piruvat dan G3P. Hasil akhir pemecahan 1 molekul glukosa adalah 2 piruvat, 1 ATP dan 2 NAD(P)H. Reaksi ini dilakukan oleh beberapa jasad antara lain Pseudomonas spp. Yang dapat membentuk alkohol dari gula lewat bagan ini. Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP, 1 NADH2 dan 1 NADPH2. Pada P. lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2; sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diubah menjadi 1 etanol, 1 asam laktat dan 1 CO2.
  3. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP). Reaksi ini berguna untuk membentuk gula pentosa dll, untuk keperluan biosintesis. Reaksi berlangsung lewat gula C5, ribulosa 5-fosfat, yang merupakan prekursor gula ribosa, deoksiribosa, komponen asam nukleat, asam amino aromatik, ensim, ATP, NAD, FAD dan sebagainya. HMP tidak langsung menghasilkan energi, tetapi terutama membentuk NADPH2.
  4. Jalur Pentosa Phosphate, glukosa berubah menjadi ribulosa 5-fosfat (seperti pada lintasan HMP). Lintasan ini memerlukan 3 molekul glukosa kerna dua molekul ribulosa 5-fosfat diisomerasi menjadi 2 xilulosa 5-fosfat, dan satu molekul ribulosa 5-fosfat diisomerasi menjadi ribose 5-fosfat. Reaksi satu molekul ribulosa 5-fosfat dan satu molekul  xilulosa 5-fosfat akan menhasilkan G3P. Selanjutnya G3P diubah menjadi piruvat. Lintasan ini juga menghasilkan 2 molekul glukosa sehingga 2 dari tiga molekul glukosa yang dipecah di awal lintasan dapat tergantikan. Hasil akhir dari pemecahan 1 molekul glukosa adalah 1 piruvat, 3 CO2, 1 ATP dan 3 NAD(P)H.

1.2              Tujuan

Mengetahui tahapan proses pemecahan glukosa yang menghasilkan energi berupa ATP, ADP, serta 2 NADPH2.

Bab 2

Hasil dan Pembahasan

Jalur Entner-Doudoroff (ED)

Jenis enzim yang berperan adalah enzim Hydrolases (Katalis pemecahan ikatan kimia secara hidrolitik)

Glukosa-6 fosfat + H2O ———— → glukosa + fosfat

Glukosa-6 fosfat  fosfohidrolase

Hasil akhir pemecahan 1 molekul glukosa adalah 2 piruvat, 1 ATP dan 2 NAD(P)H.

Bab 3

Kesimpulan

Dari hasil pemecahan 1 mole glukosa melalui lintasan ED dihasilkan 2 piruvat, 1 ATP dan 2 NAD(P)H. Menurut kami jenis enzim yang berperan pada lintasan ED adalah prinsip enzim hydrolase yang merupakan katalis pemecahan ikatan kimia secara hidrolitik.

Salah satu contohnya

Glukosa-6 fosfat + H2O ———— → glukosa + fosfat

DAFTAR PUSTAKA

Lehninger, A.L. (diterjemahkan oleh Thenawijaya, M). 1993. Dasar-dasar Biokimia.  Penerbit Erlangga. Jakarta

http://firebiology07.wordpress.com/2009/04/21/macam-jalur-glikolisis/

About bondaneddyana

Menyukai membuat laporan, presentasi kegiatan atau laporan, penghitungan data - data

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: