//
you're reading...
Pemasaran Agribisnis

Semester 3. Evaluasi Pemasaran Komoditas Manggis.

Bab I.

Pendahuluan

Dalam upaya pengembangan sistem agroindustri yang handal, Kabupaten Tasikmalaya terpilih

sebagai wilayah pilot project pengembangan komoditas hortikultura unggulan, dengan manggis sebagai komoditas yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan nasional. Pemilihan Kabupaten Tasikmalaya selama ini didasarkan atas potensi pengembangan manggis sebagai buah asli Indonesia yang besar, terlebih manggis yang berasal dari Kecamatan Puspahiang Tasikmalaya telah menjadi “icon” manggis Indonesia yang telah dikenal di dunia internasional (Roni Kastaman, 2006).

1.1          Latar Belakang

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan manggis ini mengingat besarnya potensi produksi manggis yang dimilikinya, dengan memanfaatkan era desentralisasi ekonomi dimana kewenangan daerah lebih leluasa dalam melakukan kombinasi strategi pemanfaatan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif yang ada, khususnya dalam kerangka pembangunan pertanian dan sektor ekonomi lain pada umumnya.

Beberapa kendala tersebut antara lain :

1. Lokasi penanaman tersebar di banyak lokasi dengan keragaman karakteristik lahan, tanah dan

tanaman yang signifikan secara visual. Hal ini terlihat dari tidak seragamnya produktivitas tanaman yang dihasilkan. terkontrol dengan baik. Kesesuaian lahan tampaknya belum diuji secara laboratorium dan hal ini terlihat dari tidak sergamnya kualitas manggis di Kabupaten Tasikmalaya. Oleh karena itu pengujian tanah dan penentuan kesesuaian lahan baik dari sisi topografi dan zona klimatisasinya perlu dilakukan untuk masa yang akan datang.

2. Cara pemanenan belum mengikuti kaidah atau prasyarat bagi tercapainya mutu manggis yang

baik, yang pada akhirnya menentukan pula harga jual yang dapat diterima oleh petani. Selama ini petani kebanyakan menjual manggis dalam bentuk segar dengan cara penanganan pasca panen yang masih terbatas, sehingga umur konsumsinya menjadi terbatas. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa  dimana mereka dapat mempertahankan tingkat kesegaran manggis dengan menggunakan formula bahan pengawet buah / tangkai buah dan penggunaan ruang pendingin untuk memperpanjang umur simpan buah.

Berdasarkan karakteristik buahnya, manggis dapat diolah menjadi berbagai produk olahan seperti :

  1.  Juice atau sari buah. Juice xanthone dari buah manggis dibuktikan berdasarkan riset dapat

menjaga kesehatan tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, menetralisir radikal bebas, membantu sistem pernafasan.

  1. Sirop buah
  2.  Cocktail
  3. Kapsul atau tablet xanthone yang terdiri dari kandungan bahan polyphenol yang bermanfaat

untuk kesehatan dan menjadikan penciri warna pada tanaman, serta bahan flavonoid yang

memberi efek citarasa.

  1. Sebagai obat anti kanker (Suksamrarn et.al., 2006)
  2. Supplement untuk diet.

Bab II. Pembahasan

2.1          Karakteristik Fisik Buah dan Produk Olahan Buah Manggis

Dari hasil pengukuran dengan menggunakan 30 buah manggis sebagai bahan uji diL         aboratorium memberikan gambaran karakteristik fisik buah manggis sebagai berikut :

Tabel 2. Karakteristik Fisik Buah Manggis

Berdasarkan data Tabel 2 di atas, komponen terbesar dari buah manggis adalah kulit buah

(60,82% dari berat buah utuh), sedangkan daging buah adalah komponen kedua terbesar (35,51% dari berat buah utuh). Sisanya adalah komponen daun kelopak buah (3,67% dari berat buah utuh). Dari keseluruhan buah utuh tersebut hampir semua komponen buah dapat dimanfaatkan, kecuali biji yang tidak memenuhi syarat untuk pembenihan hanya dapat dimanfaatkan untuk bahan kompos saja. Kemungkinan produk olahan yang dapat dibuat dari masing-masing komponen buah tersebut adalah sebagai berikut

2.2          Analisis Biaya Produk Olahan Manggis

Hasil perhitungan dengan menggunakan bahan dasar manggis sebanyak 1 kg sebagai bahan baku diperoleh nilai keuntungan tertinggi dicapai pada pengembangan produk sirup, cocktail dan bahan pewarna (Tabel 4).

Perhitungan biaya selengkapnya untuk produk olahan yang dapat dikembangkan tersebut disajikan pada tabel berikut.

Bab III Kesimpulan

Dalam upaya pengembangan sistem agroindustri yang handal, Kabupaten Tasikmalaya terpilih

sebagai wilayah pilot project pengembangan komoditas hortikultura unggulan, dengan manggis

sebagai komoditas yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan nasional.

Berdasarkan karakteristik buahnya, manggis dapat diolah menjadi berbagai produk olahan

seperti :

a)      Juice atau sari buah. Juice xanthone dari buah manggis dibuktikan berdasarkan riset dapat

menjaga kesehatan tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, menetralisir radikal bebas,

membantu sistem pernafasan

b)      Sirop buah

c)       Cocktail

d)      Kapsul atau tablet xanthone yang terdiri dari kandungan bahan polyphenol yang bermanfaat

untuk kesehatan dan menjadikan penciri warna pada tanaman, serta bahan flavonoid yang

memberi efek citarasa.

Daftar Pustaka

Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (2004). Pedoman Umum Pelaksanaan Program/Proyek Pengembangan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Roni Kastaman. 2006. Pengembangan Model Agroindustri dan Pemasaran Terpadu Komoditi Manggis

di Kabupaten Tasikmalaya. Laporan Kajian pengembangan komoditi manggis. Kerjasama

LPM UNPAD dengan Direktorat Jenderal P2HP Departemen pertanian.

About bondaneddyana

Menyukai membuat laporan, presentasi kegiatan atau laporan, penghitungan data - data

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: