//
you're reading...
Pemasaran Agribisnis

Semester 3. Peranan dan Fungsi Pemasaran Komoditas Jeruk Pontianak.

Bab      1          Pendahuluan

1.1              Latar Belakang ………………………………………………………………………………………………3

1.2              Teori tentang peranan fungsi pemasaran……………………………………………………….4

Bab      2         Pembahasan

            2.1       Aplikasi fungsi dalam suatu komoditas…………………………………………………………..5

 

Bab      3          Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………….8    

Daftar Pustaka

Bab 1 Pendahuluan

1.1              Latar Belakang

Pada hakekatnya pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas lapangan kerja, meratakan pembagian pendapatan masyarakat, terutama dengan meningkatkan kegiatane konomi. Kegiatan di bidang ekonomi dapat dilakukan oleh orang perorang maupun dapat dilakukan oleh badan hukum tertentu. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh orang perorang misalnya salon, usaha bengkel, biro jasa, toko, penjual bakso, warung. Sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh badan hukum dapat berbentuk perusahaan tertentu maupun perusahaan kecil perseorangan. Usaha penjualan garam yodium merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia; baik yang dilakukan secara berencana ataupun yang dilakukan secara langsung tanpa adanya suatu rencana yang sistematis, semua itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari maupun dimasa yang akan datang; baik secara individu maupun secara berkelompok. Yang dimaksud dengan pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. (William J. Stanton 1993 : 12)
Dalam kaitannya pemasaran tersebut diatas memerlukan suatu pengaturan lebih lanjut yang disebut penerapan fungsi – fungsi pemasaran, hal tersebut dimaksudkan agar waktu, tenaga dan biaya yang dibutuhkan untuk menjual garam yodium dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien.Yang dimaksudkan dengan penerapan fungsi – fungsi pemasaran adalah penerapan fungsi penjualan, penerapan fungsi pengangkutan, penerapan fungsi penyimpanan, penerapan fungsi pembelanjaan, penerapan fungsi penanggungan resiko dan penerapan fungsi informasi pasar.
Dengan menerapkan fungsi – fungsi pemasaran secara efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan pendapatan usaha penjualan. Menurut Soehari Sigit (1980 : 6 – 7) mengatakan bahwa penjualan adalah adalah refleksi dari pembelian, di dalam pembelian terdapat penjualan yakni mendekatkan atau melakukan tawar menawar, berunding, menentukan harga dan penyerahan hak kepemilikan.
Pengangkutan adalah sarana yang memindahkan barang secara fisik dari satu tempat ke tempat lain dan karena transportasi menambah nilai suatu barang dengan jalan memindahkan, maka transportasi menyebabkan kegunaan karena tempat. (Soehardi Sigit 1980 : 6 – 7) Penyimpanan adalah untuk menahan barang dalam jangka waktu tertentu sampai adanya peluang – peluang pemasaran yang memungkinkan adanya keuntungan baru barang itu dijual. (Soehardi Sigit 1980 : 6 – 7).

Pembelanjaan merupakan fungsi yang mutlak dalam pemasaran. Pembelanjaan dimaksudkan disini adalah pembiayaan dalam rangka kegiatan pemasaran yaitu biaya – biaya dikeluarkan untuk tujuan pemasaran yang tercakup didalam pelaksanaan fungsi – fungsi pemasaran (Soehardi Sigit 1980 : 6 – 7).Lebih lanjut Soehardi Sigit menyatakan dalam menjalankan suatu usaha setiap saat diperhadapkan pada resiko baik resiko yang timbul dari dalam maupun dari luar. Untuk mengatasi resiko dalam kegiatan pemasaraan salah satu cara adalah perusahaan perlu mengasuransikan barang – barang yang dipasarkan, disamping mengantisipasi resiko karena bencana alam, perubaham modal, harga dan sebagainya. (Soehardi Sigit 1980 : 6 – 7).
Informasi pasar yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kegiatan pengumpulan serta penafsiran fakta – fakta yang dianggap mempengaruhi produk yang tersedia, beberapa yang tersedia di bayar oleh pembeli dan diterima oleh penjual. (Soehardi Sigit 1980 : 6 – 7).

            1.2       Teori Fungsi Pemasaran

            Fungsi pemasaran meliputi kegiatan-kegiatan mengalirkan barang-barang dan pengkhidmatan dari peringkat ia dikeluarkan sehingga ke peringkat pembeli pengguna. Maka fungsi pemasaran meliputi bidang yang luas.

Antara fungsi pemasaran ialah   :

  1. Membantu produsen mewujudkan system pasaran yang efektif.
  2. Meningkatkan penjualan atau permintaan.

 

Konsep pemasaran member gambaran umum tentang bagaimana suatu produk dipasarkan.

  1. Strategi pemsaran meliputi sasaran pasaran dan campuran pemasaran. Ia melibatkan kebolehan produsen meneliti factor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran.
  2. Teknik pemasaran merujuk kepada cara yang sesuai untuk memasarkan suatu produk.
  3. Peranan agensi pemasaran pula menerangkan peranan yang dimainkan oleh agensi kerajaan dan swasta dalam aktiviti pemasaran.

Bab  2  Pembahasan

2.1       Aplikasi fungsi  pemasaran dalam komoditas Jeruk Pontianak

  1. 1.       Fungsi Pertukaran
    1. Ada lima tahap hubungan  pertukaran yang terjadi , yaitu pertukaran antara petani jeruk dengan KUD sebagai pengumpul langsung dari petani, antara KUD dan pedagang besar antarpulau dan pedagang besar di Jakarta, antara pedagang besar di Jakarta dan pedagang pengecer, serta antara pengecer dan konsumen akhir di Jakarta.
    2. 2.       Fungsi Penyimpanan
      1. a.       Dilakukan oleh semua lembaga yang terlibat dalam system pemasaran dengan tingkat kerumitan yang berbeda.
      2. b.       Fungsi penyimpanan yang paling mahal dan rumit dilakukan oleh pedagang besar antarpulau, pedagang besar di Jakarta, dan sebagian pengecer.
      3. c.       Yaitu pedagang besar antarpulau melakukan pengepakan dengan peti kayu dan penyimpanan di gudang, dalam ruang pendingin sambil menunggu untuk dikapalkan menuju ke Jakarta. Pedagang antarpulau juga membayar ongkos penyimpanan dalam ruang pendingin di kapal pengangkut selama pengangkutan.
      4. 3.       Fungsi Pengangkutan
        1. Petani melakukan pengangkutan buah jeruk yang dihasilkan untuk dijual kepada KUD.
        2. KUD melakukan pengangkutan dengan truk menuju ke gudang pedagang besar antarpulau.
        3. Pedagang besar antarpulau melakukan pengangkutan dari gudang penyimpanan ke pelabuhan laut dan selanjutnya diangkut ke Jakarta dengan kapal laut untuk dijual kepada pedagang besar di Jakarta.
        4. Pedagang besar di Jakarta melakukan pengangkutan menuju ke lokasi atau gudang pengecer.
        5. Pedagang pengecer melakukan pengangkutan dari gudang menuju ke tempat – tempat pengeceran untuk dijajakan atau dijual kepada konsumen.
        6. 4.       Fungsi Standardisasir
          1. Terutama dilakukan oleh para petani . petani melakukan penyortiran , yakni memisahkan buah jeruk yang rusak atau tidak memenuhi salah satu grade mutu A,B, C, atau D.
          2. Kemudian mengelompokkan berdasarkan tingkat mutu tersebut.
          3. Fungsi tersebut dilakukan oleh para petani untuk memperlancar proses transaksi penjualannya kepada KUD yang menetapkan tingkat mutu dan grade tertentu yang akan dibeli.
          4. 5.       Fungsi Pembiayaan
            1. Petani mengeluarkan biaya penanganan pascapanen, produksi, pemasaran serta penyimpanan , penyortiran dan pengelompokkan
            2. Pedagang pengumpul mengeluarkan biaya  pengadaan , termasuk harga pokok pembelian , penyimpanan, pengangkutan dan biaya pemasaran
            3. Pedagang besar antarpulau mengeluarkan biaya pengadaan , penyimpanan dan transportasi di darat dan laut.
            4. Demikian juga pedagang besar di Jakarta dan pengecer hingga sampai ke konsumen.
            5. 6.       Fungsi Penanggungan Resiko
              1. Petani jeruk menerapkan teknik dan teknologi budi daya untuk mengurangi risiko produksi dan penanganan pascapanen yang tepat untuk mengurangi risiko penurunan mutu dan kehilangan.
              2. Pedagang pengumpul mengatur penanganan dan jadwal pengiriman yang tepat.
              3. Pedagang besar melakukan penyimpanan dalam pengapalan dalam ruang pendingin
              4. 7.       Fungsi Penyediaan Informasi
                1. a.       Tidak berarti karena system tata niaga jeruk sangat regulated. Salah satunya transaksi pertukaran pada tahap pemasaran yang pertama dan KUD, yakni antara petani dan KUD serta antara KUD dan pedagang besar antarpulau telah diatur dengan Peraturan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat.

Bab 3   Kesimpulan

                Dapat disimpulkan peranan fungsi Pemasaran dalam suatu aspek komoditas sangat menentukan kelancaran arus distribusi produk dari produsen ke konsumen, dari petani ke pengumpul, dari pengumpul ke pedagang antarpulau dan pedagang pengecer.

Setiap fungsi dalam pemasaran memiliki tingkat kesulitan tertentu yang dialami oleh pelaku dalam kegiatan pemasaran tersebut. Terdiri dari :

  1. Fungsi penjualan,
  2. Fungsi pengangkutan,
  3. Fungsi penyimpanan,
  4. Fungsi pembelanjaan,
  5. Fungsi penanggungan resiko dan
  6. Fungsi  informasi pasar.

Dan setiap fungsi tersebut saling berhubungan dan berpengaruh dalam kelancaran alur distribusi.

Daftar Pustaka

Manajemen Agribisnis, E. Gumbira Sa’id dan A. Harizt Intan. 2001

http://wilson-therik.blogspot.com/2008/02/suatu-studi-tentang-penerapan-fungsi.html

http://google.com / Peranan dan Fungsi Pemasaran

About bondaneddyana

Menyukai membuat laporan, presentasi kegiatan atau laporan, penghitungan data - data

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: